KETAKUTAN

ketakutan

Setiap manusia pada dasarnya memiliki rasa takut, sebuah perasaan yang timbul akibat sebuah pemikiran yang muncul di benak pikiran. Ketakutan akan kehilangan orang yang dicintai, ketakutan akan masa depan yang tidak kunjung jelas, ketakutan akan mengambil sebuah pilihan yang penuh risiko, atau juga ketakutan untuk memasuki jenjang pernikahan, dan lain hal sebagainya pasti di setiap detik waktu terbesit di dalam pikiran akan sebuah ketakutan.

Pertanyaan nya apakah yang mendasari sebuah ketakutan?

Ketakutan adalah sebuah perasaan di mana hasil yang di dapatkan tidak sesuai dengan apa yang di harapkan atau ekspektasi. Ketakutan bisa menjadi hal yang positif bisa juga menjadi hal yang negatif, bagaimana sudut pandang kita menilainya.

Tapi pernahkah di sadari bahwa seringkali ketakutan yang muncul di dalam pikiran sehingga memengaruhi sikap kita pada dasarnya seringkali membuat kita enggan melangkah ke depan, mengungkapkan perasaan, atau mengambil sebuah pilihan. Ketakutan yang justru pada dasarnya membuat kita hanya terselimuti pada sebuah perasaan yang pada akhirnya akan membuat kekecewaan nantinya, sehingga timbul sebuah kalimat “Coba dulu gw berani mengambil pilihan itu” atau “Kalau saja saya melaksanakan hal tersebut pasti keberhasilan itu yang akan saya dapatkan”. Padahal sebagai seorang muslim, terkait pengandaian atau angan-angan yang telah lalu atas keputusan yang telah terjadi dilarang oleh Allah SWT karena membuat seseorang tidak ridho atas takdir yang telah ditetapkan kepadanya.

Lalu bagaimana kita menyikapi sebuah ketakutan?

Bagi saya pribadi hal yang utama ketika ada rasa ketakutan yang muncul di dalam diri adalah kenali diri kita sendiri, maksudnya ketakutan yang muncul apakah sebuah ketakutan hanya sekedar was-was yang tidak berdasar? Jika iya, maka harus berusaha untuk bersahabat terhadap perasaan itu dan kita yang harus mengendalikan perasaan itu. Seringkali contoh simple adalah ketika berbicara di depan umum, saat itu ketakutan sering kali muncul di dalam pikiran yang mengakibatkan tangan gemetar, mulut terasa kaku, dan pembicaraan tidak mengalir, di dalam benak pikiran, seolah-olah kita melihat semua orang tertuju kepada kita, dan beragam pikiran negatif terbesit. Padahal bisa jadi semua yang kita bayangkan itu tidak lah benar, tetapi ketakutan telah merasuki segalanya sehingga hilangnya pengendalian diri dan keyakinan. Saat kondisi tersebut, tariklah nafas terdalam, kemudian berbicara kepada diri sendiri, yang terjadi nantinya biarlah terjadi yang paling utama adalah ketenangan dan melepaskan semua hal yang justru membuat takut, bahasa kasarnya “buang urat malu” karena hal tersebut yang justru menjadi penghalang, yaitu “Ingin terlihat sempurna di mata semua orang” bersahabatlah dengan ketakutan karena ketakutan pada dasarnya sebuah fitrah yang telah Allah SWT berikan kepada manusia untuk berhati-hati dalam menyikapi sebuah permasalahan, tetapi bukan menjadi penghalang keberhasilan, atau hanya sekedar asumsi yang  justru menghancurkan kepercayaan diri atau keyakinan atas kemampuan yang dimiliki. Yakinlah akan sebuah tujuan besar yang ingin dicapai, ketakutan adalah bagian dari ujian untuk membuktikan hal yang biasa dan hal yang luar biasa. Jangan sampai ketakutan membuat rasa kecewa nantinya atau bahkan rasa bersalah atas pilihan yang telah dilakukan di masa lalu karena mengikuti ketakutan yang tidak berdasar.

[Catatan : Penulisan ini di dasari atas pengalaman diri sendiri karena sebuah ketakutan yang tidak berdasar, tetapi menyebabkan keraguan dan beragam macam pemikiran yang justru membuat semakin takut]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s