ARTI SEBUAH IMPIAN

2015-10-29 00.54.22

Banyak dari kita yang selalu melihat bahwa kehidupan orang lain terasa indah dan menyenangkan, bahwa hidup yang dijalaninya bagaikan sebuah karunia dan impian yang kita impikan.. Banyak pula dari kita yang merasa bahwa pilihan hidup saat ini yang dijalani adalah terasa membosankan atau merasa hidup biasa saja, hampa..

Seringkali menjadikan orang lain sebagai parameter dari kebahagiaan diri kita, atau melihat kehidupan orang lain sebagai target impian kita.. Sejauh itukah mimpi kita?

Bagi sebagian orang, mendapatkan pekerjaan adalah sebuah impian, tetapi ketika mendapatkan sebuah pekerjaan, yang muncul adalah keluhan.. Keluhan akan ketidak sesuaian impian dan kenyataan yang didapatkan nya saat bekerja, kemudian bagi sebagian orang lain mendapatkan pekerjaan di perusahaan multinasional, atau berpenghasilan lebih adalah impiannya, tetapi ketika hal itu bisa diraihnya, dia merasa kehidupan berjalan penuh dengan tekanan, gaji yang didapatkan berbanding dengan waktu yang terbatas, sehingga hidup layaknya sebuah mesin penghasil uang, tetapi kosong dan tidak ada ruh di dalamnya.

Banyak pula yang menginginkan melanjutkan studi di luar negeri, merasakan atmosfer pendidikan dari kampus-kampus terbaik, menginjakkan kaki di sebuah Negara yang mungkin dulu layaknya sebuah mimpi, tetapi ketika impian itu mampu diraihnya, sepertinya makna dari sebuah impian menjadi luntur karena waktu yang dipenuhi akan tuntutan tugas-tugas kuliah, istirahat yang terbatas, dan hidup seperti sebuah kompetisi tanpa henti..

Seperti itukah makna impian yang ingin diwujudkan?

Pada akhirnya impian bukan tentang apa yang kita dapatkan atau mampu kita raih, tetapi bagaimana kita mensyukuri atas apa yang kita miliki dan jalani. Memang benar bahwa impian adalah sebuah target yang perlu diperjuangkan, tetapi bukan karena orang lain kita berjuang meraih mimpi itu tetapi ada sebuah visi besar dari impian tersebut, bukan hanya tentang “Aku”, tetapi impian itu adalah tentang “Mereka” . Bagaimana impian yang diperjuangkan tidak sebatas hanya sebuah “gaji”, “pekerjaan”, “studi luar negeri” atau lain sebagainya. Tetapi perjuangkan akan impian tersebut adalah tentang manfaat yang bisa diberikan kepada orang banyak.. Tidaklah berarti apa yang kita miliki, tetapi apa yang kita berikan. Terlalu banyak impian yang hanya tentang “dirinya” hingga melupakan hakikat dirinya diciptakan.

Ini adalah sebuah kontemplasi diri sendiri, yang seringkali berkeluh kesah akan sebuah impian yang telah dicapai tetapi kemudian merasa impian tersebut terasa hambar atau hanya berisi keluhan akan sebuah tuntutan.. Menjadi cerminan kepada diri sendiri, karena mungkin terdapat niat yang menjadikan impian hanya sebatas kepuasan pribadi.

Jika saat ini merasa pada titik jenuh, lelah, atau merasa ingin menyerah, lihat kembali niat awal ketika mengawali langkah memperjuangkan mimpi itu. Lihat kembali perjuangan yang telah dilakukan saat membangun mimpi itu, lihat kembali visi besar yang akan dibangun dari mimpi itu.

Ini bukan hanya sebatas tentang hari ini, tapi pastikan impian tersebut adalah sebuah “kisah peradaban” yang membuat kita bahagia akan perjuangan meraih impian tersebut.

Disaat telah memasang sebuah impian, bersiaplah akan konsekuensi yang dihadapi. Yang berhasil merah impian bukan diberikan kepada yang hanya berani bermimpi, tetapi yang berani bertahan untuk memperjuangkan impian tersebut. Begitu banyak orang yang ingin masuk surga,tetapi lihatlah berapa banyak orang kemudian melalaikan ibadah kepada-Nya. Betapa banyak yang ingin meraih kuliah di luar negeri, mendapatkan pekerjaan di perusahaan ternama, atau berhasil membangun perusahaan, tetapi lihatlah berapa orang yang mampu bertahan menerima resiko mendapatkan kegagalan, kekecewaan atau cemooh dari sekitarnya, yang menilai impiannya hampa.

Kebanyakan dari kita ingin berhasil, tetapi enggan meraih kegagalan (itu adalah hal yang normal, setiap orang ingin berhasil tanpa mau gagal) tetapi pertanyaanya adalah mampukah bangkit saat kegagalan itu hadir? Mampu kah bertahan di saat yang lain meremehkan atau menganggap diri kita tidak mampu, atau mampukah kita bersedia kehilangan waktu untuk kesenangan pribadi? Siapkah kita menerima semua konsekuensi itu?

Pahamilah hidup kita hanya sekali, maka perjuangkan impian itu untuk sesuatu yang berarti, membuat bangga hingga akhir hayat, menerima semua konsekuensi akan hilangnya kenyamanan dan kesenangan..

Hakikatnya sebuah impian adalah tentang mensyukuri setiap yang dimiliki, menerima kenyataan dengan keikhlasan, memperjuangkan setiap waktu dengan kesabaran, jadikan setiap kegagalan sebagai pembelajaran, kalau jatuh bangun lagi, kalau sakit segera obati, kalau rasa lelah, ingin berhenti, dan merasa ingin kembali, teruslah berusaha karena pada akhirnya hasil bukan di tangan manusia, berikan yang terbaik tanpa ada rasa keluh kesah, serahkan semua kepada Allah SWT, yakinlah bahwa Allah SWT akan memberikan yang terbaik dari setiap doa, usaha, keringat dan kerja keras yang diberikan, pastikan terdapat niat hanya kepada Allah SWT dari setiap pilihan impian yang ingin diperjuangkan…

Terlalu sempit jika ingin berhasil karena ingin menjadi orang lain, “mereka” itu bukan “aku”, keberhasilan “untuknya”bukanlah keberhasilan “untukku”, kebahagiaan yang diraihnya, bukan berarti adalah kebahagiaan yang akan sama saya rasakan.. Berikan senyuman terbaik atas perjuangan impian yang dijalani, senyuman bukan berarti meremehkan impian, tapi ada sebuah rasa bangga dan yakin bahwa hidup yang dijalani memang layak untuk diperjuangkan..

Karena hidup yang dijalani hanya sekali, berikan makna dari setiap waktu yang dilewati

Delft, 29 Oktober 2015.00:33

Advertisements

2 thoughts on “ARTI SEBUAH IMPIAN

  1. Tulisannya kok selalu bagus ya, saya senang bisa membacanya.
    Tapi sepertinya saya kurang suka dengan warna hurufnya abu-abu ini, saya lebih enjoy kalau warnanya hitam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s