Hidup dengan Masanya

WhatsApp Image 2018-04-06 at 06.18.46

Kita bersama terlahir, dari sebuah proses perjalanan kehidupan manusia yang mengisi hiruk pikuk dunia.. Terlahir dari sebuah pengharapan akan kebaikan dan kemanfaatan yang bisa diberikan..

Berjalannya waktu, kita yang terlahir tak selalu berakhir sesuai harap, ada yang kemudian terkenang sebagai pahlawan, teringat sebatas dikalangan keluarga dan orang terdekat, atau bahkan banyak yang ingin melupakan karena hidup kita tak ada banyak manfaat.

Kita hidup sesuai masanya. Teringat masa kecil yang berlarian di lapangan bola, sambil bersepeda santai di kala senja, menghabiskan waktu sepulang sekolah dengan bermain layangan atau hanya sekedar bersenda gurau bersama sahabat sepermainan. Waktu kemudian berlari, dan kini kita hidup dengan dunia yang semakin sempit, ruangan canda dan aktifitas kita telah tersekat oleh ruang kerja dan ruang keluarga, kita tak bisa lagi bebas karena tanggung jawab yang di emban semakin besar, lalu tanpa sadar kita melewati itu dan kemudian kita hidup dimasa tua, yang hanya bisa mengenang masa-masa lalu, sebatas memandang gambar-gambar perjalanan waktu yang berlari kencang, kita pun hanya bisa menyesali waktu yang terbuang sia-sia.

Sahabat yang kita kenal pun hidup sesuai masanya, teman sepermainan sejak kecil, tak berarti menjadi sahabat di masa kini, kita telah hidup dengan perjalanan cerita yang berbeda. Sahabat dekat yang kita kenal beberapa bulan lalu pun bisa jadi saat ini menjadi terasa sangat jauh. Ikatan hambar karena perbedaan pandangan atas pilihan dan sikap yang diambil.

Kita hidup didalam kondisi pilihan, memilih menjalani kehidupan biasa saja, menutup impian masa lalu, menguburnya dalam-dalam kemudian menua tanpa kebanggaan, atau kemudian memilih memperjuangkan impian, menerima semua resiko dan konsekuensi lalu mengakhiri usia dengan rasa syukur atas keberanian mengambil jalan pejuang.

Kita bersama-sama telah melihat kisah di masa lalu melalui cerita atau cuplikan gambar para insan manusia yang pernah lahir di dunia. Kekayaan, jabatan, fasilitas tak menjadikan mereka mulia di akhir hidupnya. Rumah mewah, tingginya pangkat dan segala akses kemudahan justru menjadikannya merasa tinggi, namun terhinakan. Sebaliknya, insan manusia yang menanggalkan segala ambisi materi, hidup di dalam kesederhanaan, tapi menjadikan hidupnya sebagai keteladanan.

Terlepas dari itu semua, kita hidup sesuai masanya, cerita yang tercipta adalah buah karya dari kesempatan waktu yang diberikan, semua adalah pilihan, tapi yang pasti akhir kehidupan adalah sebuah ketetapan, sebuah bagian cerita yang dimiliki oleh setiap insan manusia yang hidup di dunia .

Depok. 06042018. 00:01

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s