Berpikir dengan Jernih

20160904_151227

Terkadang kita sering bingung dengan sebuah keputusan atau tindakan yang diambil. Ada rasa gusar saat mengambil sebuah pilihan, ragu untuk menjalani, dan takut untuk menentukan sebuah arah.

Seringkali muncul juga rasa gelisah akan sebuah masa depan. Rasa gelisah yang muncul karena kemampuan diri yang tak sesuai dengan harapan dan kenyataan.. Kita cemas akan suatu hal, karena kita tak tahu menghadapinya kedepan, seringkali penerimaan orang lain berbeda dengan apa yang diharapkan. Pembawaan sikap yang menjadikan kita terasa beda. 

Kita serba salah dengan sebuah keadaan, bagaimana merespon dan menyikapi, bagaimana untuk menghadapi dan mencari solusi. Apakah harus bertahan atau melanjutkan dengan sebuah penerimaan yang belum diketahui.

Rasa cemas akan selalu ada, tapi disana kita belajar. Belajar untuk menyikapi diri, belajar menilai kemampuan diri, belajar untuk menerima kemampuan kita, kita menyerah karena kita belum mempersiapkan. Segala pilihan ada resiko, segala cerita tak selalu bahagia. 

Seringkali muncul ada perasaan, kenapa saya seperti itu saat itu, seharusnya saya tak begitu, seharusnya saya bersikap dan berbicara seperti itu. Kondisi membuat diri menjadi bingung dan kecewa akan diri di masa itu, tetapi jika melihat lebih dalam, kita tak akan pernah merasa puas saat menggantungkan diri pada orang lain. 

Kita harus menerima sebuah keadaan dan kenyataan. Menerima resiko itu, menerima keadaan itu, menganggapnya sebuah pembelajaran diri, atas sebuah konsekuensi. Kita menepi sejenak, merefleksikan perjalanan pengalaman yang dihadapi. Membuka hati seluas-luasnya, tak terlu memperdulikan cemoohan, pandangan, asumsi, dan perkiraan orang lain. Terima itu sebagai sebuah realita hidup. Kita tak akan pernah menjadi manusia ideal seutuhnya. Ego akan selalu hadir, rasa tak enak dengan orang lain, rasa ketidak sukaan, ketidak nyamanan, dan segala frustasi akan hadir.

Biarlah yang terjadi, terjadi… Terima semua konsekuensi dan kenyataan diri, kita mungkin akan merasa sakit, tapi ingatlah rasa sakit itu untuk memperbaiki diri. Kita bukan berkompetisi dengan orang lain, tetapi kita berkompetisi dengan diri kita sendiri, berkompetisi dengan ego dan rasa ingin terlihat lebih.

Biarlah itu semua menjadi pembelajaran, menepi dari hiruk pikuk, dan selalu memperbaiki diri.. Semoga diri ini menjadi pribadi yang lebih baik..

Cinere, 310818.17:25

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s